Selasa, 04 Februari 2014



Jenis Ikatan pada zat padat ada 5 yaitu:
1.      Ikatan Ionik
-          Terjadi akibat ikatan ionik antara ion-ion dalam zat padat.
-          Ikatan ionik terjadi karena gaya tarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif.
-          Pada kristal ionik, tiap ion dikelilingi oleh ion-ion yang lain.
      Contoh : kristal NaCl , ion Na+ dikelilingi oleh 6 ion Cl-.
2.      Ikatan Kovalen
-          Adalah patungan elektron valensi dari kedua atom.
-           Contoh : Atom hidrogen (H) memiliki konfigurasi 1s1 akan lebih stabil jika pemakaian bersama sepasang elektron dengan sebuah elektron hidrogen yang lain sehingga membentuk molekul H2
-          Contoh lain dari ikatan kovalen adalah intan.
3.      Ikatan Hidrogen
-          Terjadi pada molekul tertentu yang mengandung atom hidrogen.
-          Molekul air cenderung secara khas untuk membentuk ikatan hidrogen karena ke empat pasangan elektron yang mengelilingi atom O dalam H2O tidak terdistribusi secara simetris, tetapi berpeluang besar untuk didapati dalam daerah berkerapatan berpeluang besar.
4.      Ikatan Van Deer Wals
-          Terjadi tidak saja antara molekul, tapi juga antara setiap atom, termasuk gas jarang yang hampir tidak berinteraksi, jika tidak demikian gas tidak terkondensasi manjadi zat cair atau zat padat.
-          Kristal molekular memiliki titik leleh dan titik didih yang rendah dan kekuatan mekanis yang kecil.
5.      Ikatan Logam
-          Terjadi bila tarikan antara ion logam positif dan gas elektron melebihi saling tolak-menolak antara elektron dalam gas itu; ini berarti jika reduksi dalam energi potensial elektron melebihi pertambahan energi kinetik yang bersangkutan.
-          Ikatannya jauh dari kejenuahan sehingga mengakibatkan kemampuan elektron valensi untuk mengembara secara bebas dari suatu atom ke atom yang lain.
-          Contoh  : Natriun

Selasa, 14 Januari 2014


Jenis-Jenis Perpindahan Panas

1.    Konduksi
Perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai perpindahan partikel-pertikel zat tersebut dinamakan konduksi. Zat yang dapat menghantarkan kalor dengan baik disebut konduktor. Sedangkan penghantar kalor yang buruk disebut isolator. Pada umumnya, benda logam seperti besi, alujmunium, tembaga dan kuningan merupakan konduktor. Sedangkan benda selain logam seperti kaca, kayu, plastic, udara dan air merupakan isolator.

2. Konveksi

Konveksi atau aliran adalah perpindahan kalor disertai dengan perpindahan partikel-pertikel zat tersebut karena perbedaan massa jenis zat.

a.    Konveksi pada zat cair
Konveksi dalam zat cair dapat diperlihatkan dalam pemanasan air. Air dipanaskan akan memuai sehingga massa jenisnya akan berkurang. Karena massa jenisnya berkurang, air bergerak naik. Tempatnya digantikan oleh air yang suhunya lebih rendah, bergerak turun karena massa jenisnya lebih besar.
b.    Konveksi pada gas
Terjadi ketika udara yang panas naik dan udara yang lebih dingin turun. Konveksi pada udara dapat dilakukan dengan percobaan lilin yang dinyalakan di dalam kotak . udara di sekitar lilin terpanasi sehingga naik melalui salah satu cerobong. Tempatnya diganti oleh udara dingin yang masuk melalui cerobong yang satunya lagi. Keadaan tersebut selalu terjadi sehingga menimbulkan aliran udara. Aliran udara tersebut terlihat apabila kamu membakar kertas cerobong tempat masuknya udara karena asap dari kertas akan terbawa aliran udara.
3.   Radiasi
Perpindahan kalor tanpa melalui zat perantara disebut radiasi. Banyaknya radiasi kalor yang dipancarkan ataupun yang  diserap oleh suatu benda bergantung pada warna benda. Keadaan ini baru terbukti setelah suhu meningkat. Pada hakekatnya proses perpindahan kalor radiasi terjadi dengan perantaraan foton dan juga gelombang elektromagnet. Terdapat dua teori yang berbeda untuk menerangkan bagaimana proses radiasi itu terjadi. Semua bahan pada suhu mutlak tertentu akan menyinari sejumlah energi kalor tertentu. Semakin tinggi suhu bahan tadi maka semakin tinggi pula energi kalor yang disinarkan.
Proses radiasi adalah fenomena permukaan. Proses radiasi tidak terjadi pada bagian dalam suatu bahan. Tetapi suatu bahan apabila menerima sinar, maka banyak hal yang boleh terjadi. Apabila sejumlah energi kalor menimpa suatu permukaan, sebagian akan dipantulkan, sebagian akan diserap ke dalam bahan, dan sebagian akan menembusi bahan dan terus ke luar. Jadi dalam mempelajari perpindahan kalor radiasi akan dilibatkan suatu fisik permukaan.